Tuban adalah asal daerahku, daerah dimana aku dilahirkan dan dibesarkan oleh kasih sayang ayah ibuku. Tuban juga merupakan tempat salah satu penyebaran Agama Islam yang dibawa oleh Walisongo .Tuban mempunyai beragam budaya, makanan khas, hingga icon (ciri khas)
Kebudayaan
1. Tari Sandur
Sandur merupakan pertunjukan rakyat yang digelar di tanah lapang atau di halaman yang bersifat komunal. Penonton duduk di sekeliling pementasan. Tempat pertunjukan, untuk membatasai dengan penonton dipasang tali berbentuk bujur sangkar dengan sisi-sisi sekitar 4 meter, tinggi sekitar 1,5 meter. Masing-masing sisi diberi janur kuning sehingga batas itu lebih jelas. Di tengah-tengah sisi sebelah timur dan barat dipancangkan sebatang bambu menjulang ke atas dengan ketinggian sekitar 15 meter. Dari ujung kedua bambu dihubungkan dengan tali yang cukup besar dan kuat. Di tengah-tengah tali diikatkan tali yang menjulur samapi ke tanah tepat ditengah arena. Pada tali baik yang di sisi maupun di atas bambu diikatkan beberapa kupat dan lepet bagian dari sesaji. Di tengah-tengah atau titik pusat arena ditancapkan gagar mayang (rontek) dengan bendera kertas meliputi empat warna hijau (pengganti warna hitam), kuning, merah dan putih
2. Peringatan Haul Sunan Bonang
Peringatan Haul Sunan Bonang yang diselenggarakan setiap malam Jum'at Wage bulan Muharram (Sura) .Pelaksanaan Haul Sunan Bonang merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mempererat Ukhuwah Islamiyah, sarana dakwah dan untuk meneladani jasa dan perjuangan Sunan Bonang. Dari acara haul Sunan Bonang sangat bermanfaat terhadap kehidupan masyarakat terutama terciptanya kerukunan dan kebersamaan anat warga masyarakata Bonang.
Makanan Khas Tuban
Kare Rajungan
Kare Rajungan / Kepiting Laut adalah makanan khas dari daerah Tuban, yang dibuat menggunakan Rajungan / Kepiting Laut, dan diberi bumbu bumbu kare yang pedas, penasaran dengan rasanya? main mainlah ke Tuban he....he....he...
Ciri Khas Tuban
Warga masyarakat kota Tuban terbiasa hidup bergotong-royong dalam berbagai aktivitas. Pernahkah anda jumpai masyarakat warga kota Tuban saling membantu saat tetangga mereka sedang memperbaiki rumah? Hal itu adalah pemandangan yang biasa terlihat. Saling bahu membahu dalam berbagai kegiatan termasuk aktivitas sosial merupakan hal biasa yang sudah lazim terlihat. Kebiasaan untuk saling tolong-menolong telah merasuk dalam jiwa masyarakat Kota Tuban dan menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membedakan warga kota ini dengan kota lainnya. Dalam setiap acara sosial, warga masyarakat Kota Tuban tidak perlu diundang. Saat mereka melihat atau mendengar tetangga mereka akan punya hajat atau yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama “Duwe Gawe”, maka para tetangga tanpa di komando akan langsung berdatangan. Mereka saling membantu tanpa pamrih. Sejak zaman dahulu kala ketika Kota Tuban masih berupa Kerajaan, masyarakat kota Tuban telah terbiasa hidup dalam tatanan masyarakat yang penuh dengan jiwa sosial. Sifat turun temurun tersebut masih tercermin hingga kini. Sebuah sikap yang menjadikan warga Masyarakat Kota Tuban menjadi luar biasa bermutu




Tidak ada komentar:
Posting Komentar